tujuh alasan mencela diri
Kahlil Gibran
Tujuh kali aku pernah mencela jiwaku:
Pertama kali ketika aku melihatnya lemah padahal seharusnya ia bisa kuat.
Kedua kali ketika melihatnya berjalan terpincang-pincang di hadapan seorang yang lumpuh
Ketiga kali ketika berhadapan dengan pilihan yang sulit dan yang mudah, ia memilih yang mudah.
Keempat kalinya, ketika ia melakukan kesalahan, dan menghibur diri dengan mengatakan bahwa semua orang juga melakukan kesalahan.
Kelima kali, ketika ia menghindar karena takut ia mengatakannya sebagai sabar.
Keenam kali ketika ia mengejek kepada sebentuk wajah buruk, padahal ia tahu bahwa wajah itu adalah salah satu topeng yang sering ia kenakan.
Dan ketujuh, ketika ia menyanyikan lagu pujian, dan menganggap itu sebagai sesuatu yang bermanfaat.
dikutip dari buku Cinta Keindahan Kesunyian
